Category Archive Kegiatan Puskesmas Depok I

Byadmin

Byadmin

Membangun Komitmen Bersama Bersama Linsek
Menuju Sukses 2018
Puskesmas Depok I

 4

2

 

 

Byadmin

Informasi Penggantian Kartu Jamkesmas menjadi Kartu Indonesia Sehat

Pemberian Informasi seputar Penggantian Kartu Jamkesmas menjadi Kartu Indonesia Sehat dengan Pemasangan x banner dan leaflet.

IMG20170825113356

Sehat tubuh kita, Indah kehidupan kita.

Ingin sehat ? Cobalah gaya hidup sehat.

IMG20170825113507

Foto oleh salah satu petugas Puskesmas Depok I.

Byadmin

Penerimaan Mahasiswa Stikes Mitra Lampung

Penerimaan Mahasiswa Stikes Mitra Lampung di Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman.

IMG-20170807-WA0008

Penerimaan Mahasiswa Stikes Mitra Lampung di Puskesmas Depok I oleh Kepala Puskesmas.

IMG-20170816-WA0005

Manfaat pembelajaran di luar kelas / outdoor antara lain pembelajaran akan terasa menyenangkan, pembelajaran lebih variatif, belajar lebih rekreatif dan pikiran lebih rileks.

Salah satunya di Candi Sambisari yang berlokasi di Purwomartani, Kalasan, Sleman dengan jarak tempuh kurang lebih 10 menit dari Puskesmas. Pembelajaran di outdoor diberikan kepada Mahasiswa Stikes Mitra Lampung untuk menambah wawasan sekaligus mengenalkan wisata daerah setempat.

IMG-20170814-WA0004    IMG-20170814-WA0003

Kegiatan mahasiswa selama di Puskesmas di presentasikan di Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman sebagai penutup kegiatan.

IMG-20170818-WA0006

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Byadmin

Mengapa perlu imunisasi MR ?

gambar 1Ayo, lindungi buah hati anda dari kesakitan, kecacatan, dan kematian karena penyakit Campak dan Rubella

Segera berikan imunisasi MR.

Sasaran ?

Diberikan untuk anak usia 9 bulan sampai dengan usia 15 tahun selama kampanye Imunisasi MR pada bulan agustus – september 2017 melalui sekolah dan posyandu.

Campak dan Rubella ?

Campak merupakan penyakit yang sangat mudah menular yang disebabkan oleh virus dengan masa inkubasi rata-rata 8-13 hari. Gejala penyakit campak adalah demam, bercak kemerahan pada kulit (rash) disertai dengan batuk dan/atau pilek dan/atau konjungtivitis. Campak dapat menyebabkan komplikasi serius seperti radang paru (pneumonia), diare, meningitis, kebutaan, dan bahkan dapat menyebabkan kematian. Penyakit ini sangat berpotensi menjadi wabah apabila cakupan imunisasi rendah dan heard immunity (kekebalan kelompok) tidak terbentuk.

Rubella adalah penyakit akut dan ringan yang sering menginfeksi anak dan dewasa muda yang rentan. Akan tetapi menjadi perhatian dalam kesehatan masyarakat adalah efek teratogenik apabila rubella ini menyerang pada wanita hamil pada trisemester pertama, dapat menyebabkan abortus, kematian janin atau sindrom rubella kongenital pada bayi yang dilahirkan.

Sindrom Rubella Kongenital ?

Janin beresiko tinggi alami kelainan telinga, mata, jantung

  • Telinga : gangguan pendengaran
  • Mata : Katarak, kelainan bentuk & fungsi , glaukoma kongenital
  • Jantung : Potensi duktus arteiosus, defek septum atrium/ventrikel jantung
  • Sistem saraf pusat : mikrocefalus, retardasi mental, radang selaput otak
  • Gangguan perkembangan pada sejumlah organ tubuh janin (seperti jantung, limpa dan paru-paru)
  • Paling bahaya janin meninggal dalam kandungan/still birth
  • Lain-lain

Apakah penyakit campak dan rubella bisa dicegah ?

  • Penyakit campak dan rubella hanya bisa dicegah melalui pemberian imunisasi campak dan rubella
  • Biasakan dengan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS)

Apa yang dimaksud dengan kampanye imunisasi MR (Measles Rubella) ?

  • Kampanye imunisasi MR adalah kegiatan pemberian imunisasi MR secara masa/serentak sebagai upaya untuk memutuskan transmisi penu;aran virus campak dan rubella pada sasaran anak usia 9 bulan sampai dengan 15 tahun
  • Tanpa mempertimbangkan status imunisasi sebelumnya
  • Sifatnya wajib dan tidak memerlukan individual informed consent (lembar persetujuan)

Siapa saja yang menjadi sasaran imunisasi MR ?

Seluruh anak mulai usia 9 bulan sampai dengan usia 15 tahun, terdiri dari :

  • Seluruh anak balita mulai usia 9 bulan yang ada di posyandu, termasuk juga anak usia sekolah yang tidak sekolah (drop out)
  • Anak SMA /sederajat yang masih berusia < 15 th di data juga sebagai sasaran di posyandu
  • Seluruh anak/siswa PAUD
  • Seluruh anak/siswa TK/RA
  • Seluruh anak/siswa SD/sederajat dengan umur maksimal 15  tahun
  • Seluruh anak/siswa SMP/sederajat dengan umur maksimal 15  tahun

Siapa saja yang bukan menjadi sasaran pemberian imunisasi MR ?

  • Anak SD/SMP/sederajat yang pada saat pelaksanaan kampanye imunisasi MR telah berusia 16 tahun atau lebih
  • Anak SD/SMP/sederajat yang diduga sedang hamil
  • Anak-anak yang sedang dalam pengobatan karena sakit yang serius

Kapan dan dimana akan dilaksanakan pemberian imunisasi kampanye MR ?

  • Pada bulan Agustus 2017 akan dilaksanakan pemberian imunisasi MR secara serentak pada seluruh siswa PAUD/TK/RA, SD/MI/sederajat, SMP/MTS/sederajat, dilaksanakan di sekolah masing-masing
  • Pada bulan september 2017 akan dilaksanakan pemberian imunisasi MR serentak pada seluruh anak-anak balita mulai usia 9 bulan dan anak usia sekolah namun tidak sekolah (drop out), dilaksanakan di sekolah masing-masing

Bagaimana dengan jadwal imunisasi-rutin pada bayi dan baduta ?

  • Kegiatan kampanye imunisasi MR tidak boleh mengganggu pelaksanaan imunisasi rutin, jadi sebelum pelaksanaan kampanye MR pada bulan September 2017, pemberian imunisasi campak masih bisa diberikan pada bayi maupun booster campak maupun baduta (bawah dua tahun) sampai bulan Agustus 2017
  • Interval waktu pemberian kampanye imunisasi MR pada bayi yang telah mendapatkan imunisasi campak maupun baduta yang telah mendapatkan (imunsasi lanjutan / booster), dan kelas 1 SD menggantikan imunisasi campak.

Mengapa cakupan kampanye imunisasi MR harus > 95% ?

Jika cakupan kampanye imunisasi MR > 95% maka kekebalan kelompok (heard immunity) akan terbentuk sehingga kemungkinan terjadinya transmisi / penularan penyakit campak dan rubella pada suatu kelompok tersebut semakin kecil.

 

 

 

 

 

Byadmin

Peringatan Hari Tanpa Tembakau Sedunia (HTTS)

Bahaya rokok mengancam indonesia, kemudahan masyarakat untuk dapat mengases rokok bahkan sudah dapat dilakukan oleh anak di bawah umur. Banyaknya iklan rokok tidak hanya dijalan-jalan umum di kota tetapi berada di gang-gang kecil.
Untuk melindungi masarakat dari ancaman bahaya rokok, edukasi kepada masyarakat dilakukan agar masyarakat menjadi sadar bahwa besarnya ancaman bahaya asap rokok BAGI KESEHATAN.
Hari Tanpa Tembakau Se Dunia dirayakan oleh seluruh dunia pada 31 Mei. Pada tahun 2016 ini, WHO mengusung tema “Get Ready for Plain Packaging” atau kemasan sederhana untuk bungkus rokok. Kemasan harus dibuat sederhana untuk menghindari informasi salah yang disuguhkan pabrik rokok dan menurunkan minat masyarakat terhadapnya. Dalam Peringatan HTTS yang jatuh pada tanggal 31 Mei 2016 Tim Puskesmas Depok I melakukan pemasangan spanduk Kawasan Anti Rokok di gedung Puskesmas, Penyuluhan dan pendekatan langsung kepada Masyarakat, serta pembagian souvenir berupa kemasan dompet untuk mendukung terwujudnya untuk mendukung Kawasan Anti Rokok (KTR) di Pasar Sambilegi Desa Maguwoharjo Depok Sleman.
Dengan adanya peringatan Hari tanpa Tembakau Sedunia ini, diharapkan kesadaran masyarakat terhadap bahaya rokok lebih meningkat dan terciptanya Kawasan Tanpa Rokok di tempat umum.
Peraturan Bupati Sleman No 42 Tahun 2012 tentang Kawasan Tanpa Rokok.
*SETIAP ORANG BERHAK MENGHIRUP UDARA BERSIH DAN BEBAS ASAP ROKOK*